Perbedaan Pengaruh Metode Inquiry-Discovery Dan Konvensional Terhadap Prestasi Belajar Ipa

Perbedaan Pengaruh Metode Inquiry-Discovery Dan Konvensional Terhadap Prestasi Belajar Ipa
Ditinjau Dari Motivasi Belajar Pada
Siswa Sekolah Dasar Negeri
(Eksperimen Di Sekolah Dasar Kecamatan Gatak Sukoharjo)

SULARMI
NIM : S. 8102021

ABSTRAK

Sularmi. Perbedaan Pengaruh Metode Inquiry-Discovery Dan Konvensional Terhadap Prestasi Belajar IPA Ditinjau Dari Motivasi Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri (Eksperimen di Sekolah Dasar Kecamatan Gatak Sukoharjo). Thesis. Surakarta: Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret. 2005.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1). Perbedaan pengaruh penerapan metode inquiry-discovery dan konvensional terhadap prestasi belajar IPA, (2). Perbedaan pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar IPA, dan (3). Interaksi pengaruh antara metode inquiry-discovery dan konvensional dengan motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar IPA.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak 122 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket untuk variabel motivasi belajar siswa, serta dengan teknik tes untuk mengetahui prestasi belajar IPA. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dengan Liliefors dan uji homogenitas dengan uji F. Taraf signifikansi penelitian sebesar 5%.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) terdapat perbedaan pengaruh penerapan metode inquiry-discovery dan konvensional terhadap prestasi belajar IPA (F hitung > F tabel atau 67,21 > 3,92) sehingga hipotesis yang dikemukakan teruji kebenarannya, (2) terdapat perbedaan pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar IPA (F hitung > F tabel atau 13,22 > 3,92) sehingga hipotesis yang dikemukakan teruji kebenarannya, dan 3). terdapat pengaruh interaksi antara metode (Inquiry-Discovery dan Konvensional) dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA (F hitung > F tabel atau 5,41 > 3,92) sehingga hipotesis yang dikemukakan teruji kebenarannya.

Berdasarkan hasil penelitian maka penulis memberikan saran : Pada proses pembelajaran berkelanjutan guru dapat menerapkan metode inquiry-discovery dalam kegiatan pembelajaran, karena dengan penerapan pembelajaran ini siswa akan dituntut untuk berpikir kreativ dalam proses pembelajaran sehingga pemahaman siswa terhadap pelajaran akan lebih melekat pada siswa, kita sering mendengar melakukan lebih baik dari pada mendengarkan karena dengan melakukan siswa akan terlibat langsung sehingga siswa akan paham betul apa yang dilakukannya, selain tak kalah pentingnya adalah adanya motivasi dari siswa maupun guru dalam proses pembelajaran serta dituntut adanya guru yang profesional sehingga dapat merancang pembelajaran sedemikian rupa sehingga jalannya proses pembelajaran akan terjadi interaksi yang aktif sehingga akan dapat meningkatkan daya atau kemampuan pada diri siswa.

Pos ini dipublikasikan di pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s