Pendidikan Teknologi Informasi Peluang dan Tantangan

Pendahuluan

 

Teknologi Informasi  berbasis pada  disiplin ilmu-ilmu Informatika, tenik komputer dan elektronika. Semuanya terikat dalam  wahana yang disebut komputasi. Dalam konteks ini komputasi tidak selalu diartikan pada pekerjaan yang berkatian  dengan hitung menghitung namun ia juga menjadi bagian  dari proses pengolahan, penyimpanan dan penyampaian informasi, akibatnya tiap jaringan komunikasi beralih menjadi sentral informasi dan bukan komputernya lagi. Pemanfaatan yang dulunya  sangat terbatas, kini telah memasuki kedalam katagori strategis, pengaruhnya pada kelangsungan usaha tidak dapat dipungkiri lagi. Dalam bidang pendidikan  Internet telah  memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran (Nolan et al, 1993; Rose et al, 1997).

 

Di dunia pendidikan pertama-tama kita perlu menyadari bahwa proses pendidikan itu memerlukan waktu tenggang (lead time) yang cukup lama. Setidak tidaknya seorang dituntut untuk mengikuti pendidikan sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi . Kedua, dalam pendidikan itu berlaku prinsip “irreversibilitas” dan Ketiga, tantangan yang kita hadapi di masa depan cendrung berkembang semakin kompleks, yang ditandai dengan semakin cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai akibat dari arus globalisasi yang semakin terbuka (Gibson,1997). Sedangkan khusus di tingkat pendidikan tinggi terlihat kecendrungan untuk mempersingkat waktu studi. Sampai tahun tujuh puluhan diperlukan waktu lima tahun untuk menyelesaikan pendidikan sarjana, tahun delapan puluhan menjadi empat setengah tahun dan kini  menjadi empat tahun. Sedangkan di USA pada beberapa perguruan tinggi sedang dicoba  untuk jangka waktu hanya tiga tahun.

 

Dunia, saat ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi dan peluang ekonomi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Perubahan perubahan besar terjadi dalam bidang teknologi, politik, sosial dan ekonomi. Segala perubahan ini telah menyebabkan terjadinya pergeseran dalam berbagai bidang yang antara lain adalah;

 

1.      Masyarakat industri ke masyarakat informasi(kita masih berkutat dari masyarakat agraris ke masyarakat industri)

2.      Teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi (hightech)

3.      Ekonomi nasional ke perekonomian dunia

4.      Kebutuhan jangka pendek ke jangka panjang

5.      Sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi

6.      Bantuan ke lembagaan berpindah ke swakarsa

7.      Dari pola hirarchi ke jaringan kerja (networking)

8.      Dari pilihan terbatas ke banyak pilihan

Peluang dan tantangan

Kemajuan yang pesat dalam bidang elektronika dan optoelektronika menyebabkan kemampuan komputer  maju pesat dan cepat usang mengikuti hukum Moore(Vide; Bill Gates, 1995) kemampuan chip komputer akan menjadi dua kali lipat setiap tahunnya, perangkat lunak semakin canggih, selain itu batas maya(virtual) tidak akan pernah tercapai.  Belum pernah ada dalam sejarah peradaban manusia teknologi yang berkembang begitu pesat  dan cepat pula menjadi usang. Salah satu karakteristik perkembangan  komputer adalah  device yang semakin kecil, disatu pihak  perangkat yang semakin kecil mempunyai keunggulan tersendiri. Berkomunikasi secara alami menjadi idaman sejak komputer modern dipergunakan. Teknologi pengenalan ucapan (speech recognition) dapat mengubah ucapan menjadi text, yang diikuti oleh sintesa ucapan(speech synthesizer), mengubah informasi  text menjadi ucapan dan diikuti dengan pemrosesan bahasa alami(natural language processing) telah memungkinkan orang mewujudkan aplikasi interaktif antara manusia dan mesin. Informasi dapat diberikan kepada komputer dengan bahasa yang lebih alami, para tunanetra dapat membaca suatu dokumen tanpa harus dikonversikan ke huruf Braile, demikian pula program penterjemahan dari satu bahasa ke bahasa yang lain.

 

Pada tahun 1996 dipasaran beredar Pentium seri PC 620 dengan DRAM(Dynamic Random Access Memory) 16 Megabits, kemampuan ini ditingkatkan lagi menjadi 64 Megabits pada tahun 1998 yang lalu, tahun 2000 yang lalu, Mikroprosesor Intel telah memperoduksi seri PC 60786 dengan kemampuan kapasistas DRAM 256 Megabits. Jika beberapa waktu yang lalu pembuatan chip   meniru aliran panas hewan, kupu-kupu. Kini para ilmuwan sedang mengembangkan teknik pembuatan  dengan meniru  model penyusunan DNA. yang dalam biologi berfungsi untuk menyusun molekul-molekul yang lebih komplek. Dengan teknologi X-Rays litographi  dapat dibuat mikroprosesor yang lebih kecil 0,1 sampai 0,05 mikron, bekerja lebih cepat, tidak membutuhkan banyak daya serta sedikit menghasilkan panas dan yang lebih penting kemampuan komputer yang ada sekarang akan dapat ditingkatkan sampai  satu juta kali. Selain itu kajian teoritis tentang  semikonduktor berkecepatan tinggi terus dilakukan orang. Bellarusia dalam keadaan ekonomi yang sulit masih mampu meyumbangkan banyak penemuan dalam bidang fisika. Dua ilmuwan,  Zhores dan Kroemer tahun 2000 yang lalu mendapat hadiah Nobel atas riset mereka tentang  semiconductor heterostructure berkecepatan tinggi dan penerapannya dalam  optoelektronika(Anonim,2000a).  Hal ini akan memicu  revolusi di bidang komputer personal, transmisi dan kompresi data, lebar pita(bandwidth), teknologi penyimpanan data (data storage), penyampaian data(data access), integrasi multimedia dan jaringan komputer. Disamping itu life cycle perangkat lunak semakin pendek, dulu ordenya tahunan kini sudah mencapai orde mingguan. Teknologi mikroprosesor mulai beralih ke nanoprosesor.

 

Memasuki abad ke 21, dimulai dengan timbulnya deregulasi di bidang ekonomi, sosial dan politik serta persekutuan ekonomi dibanyak kawasan dunia. Disamping itu arus globalisasi terus mendesak dan tidak akan dapat dibendung lagi. Untuk Indonesia dekade ini berarti

 

1.      Seorang profesional dapat bekerja di kawasan Asean dengan tanpa banyak hambatan

2.      Terciptanya lapangan kerja yang lebih luas bagi profesional, teknisi dan tenaga trampil dikawasan Asean

3.      Terbukanya persaingan lintas batas dalam penawaran barang dan jasa

4.      Barang dan manusia dapat bergerak mudah dari satu negara ke negara lain seperti dari satu provinsi ke provinsi yang lain

5.      Perusahaan perusahaan akan bersaing bebas di seluruh kawasan

6.      Kerusakan produk teknologi seperti jam, kulkas ataupun mobil akan diperbaiki berdasarkan sistem garansi yang umum

7.      Persaingan bisnis akan lebih besar disemua sektor

 

 

Selain itu  dalam jangka panjang teknologi informasi semakin baur dengan bidang ilmu lainnya, sehingga menjadi ilmu terapan baru dan makin hilang makna pengkhususan di tingkat tersier. Fungsi kertas sebagai medium informasi akan semakin sirna dan antar muka biologis-langsung untuk berbagai indera manusia akan menjadi kenyataan dengan diterapkannya teknologi  kecerdasan buatan dibanyak bidang.

Dalam jangka menengah; organisasi makin maya dan amorf karena dorongan pemberdayaan kemampuan manusia. Batas antara informasi alfanumerik, grafis, video dan suara makin pupus, konvergensi dari teknologi tersebut telah menyatukan berbagai media tersebut kearah multimedia yang makin terbeli. Infrastruktur telematika akan makin terpisah  dari kekuasaan dan pengaturan pemerintah, hingga swasta dan kekuatan-kekuatan pasar akan menjadi pendorong utama  dalam perkembangan teknologi informasi

 

Jangka pendek, percepatan pemulihan laju pembangunan akan menguasai pola hidup dan  cara kita berorganisasi.  Disamping itu efisiensi lembaga pemerintahan dan swasta termasuk lembaga pendidikan tinggi akan selalu di tuntut, oleh para konsumen. Persaingan global mengharuskan adanya pengelolaan berkelas dunia(world class). perbaikan  proses-proses bisnis, sistem pelaporan dan pengelolaan informasi. Memasuki abad ke 21, sebagian besar negara Asia dilanda krisis moneter, ada yang cepat mengatasinya namun ada juga yang masih belum mampu keluar dari krisis tersebut, seperti negara kita ini. Situasi ini kemudian diikuti dengan lahirnya blok-blok ekonomi serta makin dewasanya negara industri baru (Newly Industrializing countries, NICs), Korea, Taiwan, Hongkong dan Singapura dan munculnya NICs baru dikawasan Asia seperti Cina, Thailand, Malaysia, Philipina dan Indonesia. Terpuruknya ekonomi menyadarkan pentingnya industri kecil dan menengah yang berbasis sumber daya alam dan kekuatan sendiri yang ternyata dapat memberikan peluang bangkitnya kembali kekuatan ekonomi dikawasan ini.. Dampak positif tersebut antara lain adalah;

 

1.      Makin luasnya pasar bagi penjualan produk-produk dan jasa Indonesia

2.      Memperluas wawasan dunia usaha terutama sumber daya manusia

3.      Menyerap teknologi dan manajemen maju melalui informasi maupun masuknya sumber daya  manusia dari luar negri

4.      Mengurangi kepadatan persaingan usaha di dalam negri

5.      Terjadinya sinergi antara negara dan dunia usaha

 

Selain itu tenaga terampil  berwawasan  luas akan semakin mudah mendapatkan peluang dalam bidang usaha dan jasa

 

E-Commerce

 

Kondisi ekonomi yang tak menentu membuat kita seringkali disudutkan oleh banyak permasalahan, antara lain pengangguran, menurunnya tingkat pendapatan ekonomi serta  tingginya harga-harga kebutuhan pokok. Kini orang dapat berbisnis lewat internet yang lebih dikenal dengan jargon E-Commerce. Pebisnis untuk memulai usahanya tidak lagi memerlukan perkantoran yang mewah dan jumlah karyawan yang banyak. Rumah dan tempat tinggal dapat dimanfaatkan  sebagai basis usaha. E-commerce merupakan  sarana bertransaksi  lewat internet, menawarkan barang dan jasa yang mampu melakukan transaksi selama 24 jam nonstop, dengan tingkat biaya akses yang lebih murah dan dapat dinikmati oleh semua orang diseluruh penjuru dunia. Inilah suatu bisnis yang berjalan disaat pemilik usaha telah  tidur ataupun beristrirahat, saat ini diperkirakan sudah satu milyar orang  melalui PC telah terhubung dalam jaringan internasional lewat internet. Ada dua jenis perusahaan yang sekarang berbisnis  di internet. Pertama adalah perusahaan yang lahir karena  keberadaan internet, misalnya antara lain Yahoo.com, Amazon.com dan Netscape.com. Kedua adalah perusahaan yang sudah lama ada, lalu mengubah cara berbisnis, seperti Asian Sources suatu perusahaan penerbitan yang mempublikasikan dan berbisnis lewat internet. Dengan menggunakan internet bisa mengurangi biaya staf, infrastruktur dan biaya lainnya yang biasanya harus dibayar oleh perusahaan tradisional. Bila perusahaan di Indonesia tidak mengubah cara berbisnisnya bagaimana bisa bersaing dengan perusahaan lain yang mampu menawarkan barang/jasa yang sama, dengan harga yang lebih murah. Perusahaan mebel(furniture) misalnya, yang menghasilkan produk untuk ekspor, selama ini  cuma mengandalkan pameran dan memasarkan lewat agen ataupun membuka kantor di negara sasaran, bukan tidak mungkin peluangnya akan diambil oleh perusahaan Singapura yang tidak mampu membuat mebel tapi tahu persis bagaimana berdagang di Internet. Contoh lainnya adalah Amazon.com perusahaan yang  piawai dalam memanfaatkan internet, berhasil menjual buku dengan omzet jutaan dollar tanpa perlu memiliki gudang untuk menyimpan buku, membuka toko buku, apalagi menerbitkan buku. Dapat dibayangkan keuntungan yang akan diperoleh bila pembuat mebel yang selama ini mengandalkan pameran untuk memperkenalkan produknya, dengan kemajuan teknologi yang ada, mereka bisa menampilkan  secara visual bentuk mebel yang diproduksi dan  konsumen bisa merancang sendiri bentuk mebel yang diinginkan  sekaligus  melakukan transaksi on-line.

 

Pada dasarnya dalam berbisnis lewat E-commerce ada empat hal yang harus diperhatikan;

1.       Terus menerus mengembangkan kreativitas dalam mengkomersialkan produk barang ataupun jasa dengan tampilan yang menarik dan sejelas mungkin

2.       Memberikan sentuhan personal dalam bentuk layanan bisnis

3.       Teknologi pendukung agar tetap handal dan  prima

4.       Faktor kecepatan akses dalam pemanggilan setiap mengunjungi Website harus selalu diperhatikan

 

Bagi negara maju perkembangan teknologi informasi melalui E-Commerce sudah tidak asing lagi dan banyak mendatangkan devisa. Untuk kawasan Asia, Hongkong dan Singapura perkembangannya jauh lebih pesat dibandingkan dengan Negara lain. E-Commerce bukan hanya untuk usaha yang besar, justru pedagang kaki lima dan kelontongan sudah melakukan bisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi dan ternyata mereka mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pada menawarkan atau menjual produknya di pasar. Bisa dibayangkan sebuah produk lokal seperti kopi Aceh, jeruk Bali ataupun oncom Bandung bisa dinikmati seantero dunia. Dari beberapa penelitian ditunjukkan setiap  kenaikan 10% dari pengeluaran untuk teknologi informasi(IT spending) mampu menaikkan tingkat pertumbuhan GDP 15 %. Negara besar Indonesia, dengan penduduk lebih dari 200 juta jiwa, pelaku bisnisnya cuma mengeluarkan biaya untuk teknologi informasi sebesar 10% dari yang dibelanjakan oleh perusahaan yang ada di Singapura yang penduduknya hanya 3,5 juta jiwa (Chen, 2003)

 

Sumber Daya Manusia

Makin ketatnya persaingan, mengharuskan dunia usaha Indonesia secara terus menerus melakukan efisiensi, meningkatkan kualitas produk, pelayanan serta inovasi baru. Efisiensi dilakukan secara totalitas mulai dari perencanaan, proses produksi, pemasaran dan pendistribusian. Peningkatan daya saing produk dan jasa tidak terlepas dari peran SDM yang mampu dibentuk oleh institusi pendidikan. Dua puluh tahun yang lalu komputer hanya mampu melakukan proses pelaluan informasi  1000 operasi/detik, sepuluh tahun kemudian  kecepatan proses menjadi 100 juta operasi setiap satu detik, sekarang dengan penerapan artificial intellegence orang sudah dapat melalukan informasi  sampai 1000 juta operasi setiap satu detik. Dalam konteks menatap masa depan ini, pengelola perguruan tinggi dan sivitas akademika hendaknya sadar  akan posisinya. Ada dua parameter  yang digunakan untuk menunjukkan kinerja dari suatu perguruan tinggi (Anonim, 2000b) yaitu  faculty resources  yang dijabarkan  dari;

(i)                 tenaga fungsional akademik/peneliti tetap dengan level S3 dan S2

(ii)               imbalan gaji median

(iii)             pengeluaran  universitas  pertenaga fungsional akademik

(iv)             nisbah tenaga fungsional akademik-mahasiswa.

 

Parameter kedua dijabarkan dari

(i)                 hasil penelitian universitas bersangkutan yang  dijadikan referensi  oleh institusi lain yang merangkum pensitiran dalam majalah akademik,

(ii)               makalah dalam berbagai majalah yang  dikaji-ulang oleh pantaran

(iii)             makalah yang disajikan dalam berbagai konferensi internasional,

(iv)             buku yang dipublikasikan,

(v)               pendanaan penelitian dan jumlah mahasiswa pasca sarjana.

 

Dalam peringkat perguruan tinggi terbaik di kawasan Asia (Anonim, 2000b) menarik kita simak bahwa Indian Institute of Technology (IIT)  Bombay, IIT Delhi dan IIT Madras, mempunyai peringkat atas yang terpandang, masing-masing pada urutan  ke 3, 4 dan 5 diantara  39  Science and Technology Schools Asia yang terpilih(Institut Teknologi Bandung, ITB, menempati  peringkat ke 21), walaupun India mempunyai  Produk Domestik Gross(purchasing-power parity) perkapita  hanya 60% dari Indonesia, negara ini dikenal merupakan pengekspor SDM  berkualitas   hampir ke semua negara maju.  Di kawasan  Asean, Nanyang Technological University(NTU) dari Singapura  mempunyai peringkat ke–9 sedangkan National University of Singapore(NUS) mempunyai peringkat ke-5 di antara  77 multi-disciplinary schools, bandingkan dengan UI(peringkat ke-61) dan UGM(ke-68). Namun demikian pemerintah Singapura tampaknya masih belum  puas  dengan peringkat tersebut. Sejak tahun 1999 mereka bertekad  untuk mentransformasikan  ekonomi Singapura menjadi ekonomi yang berbasis pengetahuan (knowledge based economy). Pemerintah  Singapura telah mengundang  10 Universitas terbaik  dunia untuk datang ke Singapura. Beberapa  institusi telah merespon undangan ini seperti; Johns Hopkins, Massachusetts  Institute of Technology( MIT), Chicago  Graduate School of Business, Georgia Institute of Technology(GIT) dan  INSAED dari Perancis. Beberapa program telah diluncurkan, sebagai contoh misalnya  kerjasama NUS dengan MIT  dalam bidang material  mutakhir(advanced materials) dan komputasi kinerja tinggi untuk sistem rekayasa( high performance computation for  engineering systems).para mahasiswa akan dididik  oleh tenaga fungsional  akademik dari MIT, NUS dan NTU dengan menggunakan teknologi informasi terkini yang akan melibatkan pertukaran staf dan mahasiswa.

 

Fenomena  dari  kerjasama  kemitraan  di negara jiran tersebut  menyiratkan tidak banyak waktu yang tersisa untuk segera membenahi pendidikan mulai dari tingkat primer sampai ke tingkat tersier. Oleh sebab itu, otonomi daerah dan otonomi pendidikan seperti yang tersirat dalam UU nomer 22 tahun 1999 yang mengatur kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah(power sharing) maupun UU nomer 25 tahun 1999 yang mengatur pembagian keuangan,financial sharing (Ahmadjayadi,2000) hendaknya dapat memberikan percepatan dalam mereformasi pelaksanaan proses belajar mengajar. Perhatian dan bantuan semua pihak terhadap pendidikan sudah harus lebih ditingkatkan lagi. Apalagi tuntutan akan kualitas semakin komplek, output proses pendidikan harus dapat diterima dan diakui di kawasan lain secara nasional maupun global. Konsep maintenance learning yang mengajarkan hal-hal yang sudah mapan perlu dirubah ke proses belajar inovatif (innovative learning) yang lebih menekankan penalaran dan kreativitas. Untuk melaksanakan reformasi ini perlu ditempuh proses-proses logika dari tingkat yang paling rendah sampai ketingkat yang lebih tinggi. Model model pengarahan, hapalan yang sentralistik dan absolut sudah harus ditinggalkan. Pendidikan harus kontekstual dan mampu memberdayakan masyarakat. Untuk itu, penguasaan ilmu-ilmu dasar (basic sciences, basic engineering) semakin penting. Dengan muatan ilmu dasar yang kokoh lulusan suatu program pendidikan dapat  diarahkan untuk menjadi insan yang siap berkembang. Terminologi lulusan siap pakai tidak cocok lagi, karena saat ini  variasi lapangan kerja sangat luas dan perubahan ilmu berlangsung cepat dan kadangkala sukar diantisipasi.

 

Pada dasarnya untuk menjadi manusia yang handal ada tiga paradigma, yang harus diikuti;

1. Memandang pendidikan sebagai sesuatu yang menyeluruh dan berjalan sepanjang hayat, dimana hakekat dari pendidikan itu adalah usaha untuk mentransmisikan kebudayaan. Ia harus dapat meningkatkan daya pikir, mengembangkan bakat dan keperibadian yang kuat, menumbuhkan kemampuan hidup bermasyarakat meningkatkan pengetahuan tentang pokok-pokok pikiran dan permasalahan zaman.

 

2. Saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi ditandai oleh kemajuan yang pesat sehingga dapat menimbulkan perubahan yang sukar diantisipasi. Spesialisasi semakin menajam, oleh sebab itu kita tidak saja perlu menguasai materi pengetahuan tetapi juga harus dapat memahami sistematika dan struktur ilmu pengetahuan itu, serta cara-cara pendekatan dan metodologinya. Sangatlah penting untuk mengembangkan daya pikir agar dapat menelaah sesuatu secara sistematis, taat azas dan berpikir secara terstruktur.

 

3. Ilmu pengetahuan itu bersifat universal, merupakan milik masyarakat umum, dikembangkan oleh semangat ingin tahu serta digali oleh kecendrungan menyoal sesuatu yang belum jelas. Keahlian dan kemahiran dalam ilmu pengetahuan menuntut sikap ilmiah yakni menjunjung tinggi objektifitas, terbuka dalam menerima hal baru, rasional serta cendrung untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu, tanpa harus cepat merasa puas.

 

Manfaat Internet untuk pendidikan

 

Dunia internet telah mendorong perombakan total  konsep klasik tentang pendidikan yang selama ini berlaku, sedikit demi sedikit mulai berubah. Teknologi informasi dengan mudah telah menghilangkan batasan ruang dan waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikan. Beberapa konsekuensi logis yang terjadi adalah;

 

1)        Siswa/mahasiswa dapat dengan dengan mudah mengambil matakuliah apa saja diseluruh dunia tanpa batasan institusi dan negara

2)        Siswa/mahasiswa dapat dengan dengan mudah berguru pada para ahli  di bidang yang diminati

3)        Kuliah dapat dengan mudah diambil dari penjuru dunia tanpa bergantung di mana lokasi universitas tersebut.

Arti dari semua ini adalah  konsep universitas terbuka akan semakin baur dalam universitas tradisional. Kuliah yang yang sangat rigid dan harus diambil di Universitas local menjadi terbuka untuk diambil dari Universitas lain (Tabel 1). Selain itu dunia kepustakaan telah banyak mengalami modifikasi dalam berinteraksi dengan penggunanya, dari konsep perpustakaan pasif  menjadi agresif. Sumber ilmu pengetahuan yang biasanya terbatas ada di perpustakaan  sekolah/universitas  menjadi  tidak terbatas dengan akses internet. Buku, laporan penelitian dan berbagai hal yang umumnya sangat terbatas sekarang dapat dicari di berbagai perpustakan yang ada di internet (Tabel 2). Perpustakaan tidak lagi berupa koleksi buku/informasi tetapi telah menjadi pusat disseminasi informasi maupun pangkalan data penelitian dan aktifitas yang ada di universitas tersebut. Teknologi Web dapat memasuki berbagai ensiklopedia yang menyimpan informasi tentang banyak hal. Salah satu ensiklopedi utama yang ada di Internet adalah ensiklopedi Britanica(Tabel 3), beberapa perusahaan yang menjajakan ensiklopedi ini telah bereksprimen menggunakan CD-ROM, sehingga tidak hanya berisi tulisan dan gambar tapi juga video dan audio.

 

Keluhan dalam dunia pendidikan di Indonesia antara lain adalah kurangnya akses  informasi ke Journal/majalah ilmiah(Tabel 4). Saat ini tidak kurang dari 2500 jurnal berada di internet sehingga memudahkan pengguna untuk mengakses informasi mutahir dari seluruh penjuru dunia. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah informasi tentang patent suatu produk(Tabel 5). Majalah sekolah merupakan media yang sangat bermanfaat bagi siswa/mahasiswa untuk mengkomunikasikan aktifitas yang ada ke seluruh penjuru dunia(Tabel 6). Bagi sebagian besar siswa/mahasiswa  uang sekolah untuk memperoleh pendidikan yang baik umunya masih dirasakan mahal, hal yang sama bagi mahasiswa paska sarjana. Hibah-hibah penelitian untuk mendapatkan peneliti terbaik dari penjuru dunia sering ditawarkan oleh berbagai yayasan(Tabel 7). Selain itu banyak situs di internet yang menyediakan fasilitas tanya jawab (FAQ, frequently ask question).

 

Penutup

 

Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian saudara. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungannya kepada kita semua.

Wabillahi taufik walhidayah. Wassalammualaikum Wr.Wb

 

 

Daftar Pustaka

Ahmadjayadi, C., 2000 Perspektif masyarakat daerah di era otonomi daerah. Revitalisasi Komitmen Kebangsaan dalam menyongsong Era Otonomi Daerah, IA-ITB, Bandung 28 Oktober 2000

 

Anonim.,2000a  Special report  overall ranking, science and technology schools, multi disciplinary schools. Pointer  http://www. Asianweek.com

 

———-.,2000b Nobel Pprize in Physics Winner 2000-1901. Pointer http://www. Almaz.com/nobel

 

Bill Gates., 1995 The Road Ahead, Penguin Book  Ltd, New York

 

Chen Tony, 2003 Licencing Clinic Seminar, Microsoft Indonesia, Jakarta July 10th,

 

Chempy,J., 1996 Reengineering the Corporation, Prentice-Hall, New York

 

Gibson, Rowan., 1997 Rethinking the future, Nicholas Breadly Publishing, London

 

Nolan  R.L and Croson,D.C , 1993    The Stages Theory of  A Frame Work for IT Adaption and  Organizational Learning, Harvard Business School. Cambridge MA

 

Rose, Collin and Nicholl, Malcolm J., 1997 Accellerated learning for  the 21st century, A          Dell Trade Paperback, New York

sumber: http://www.as.itb.ac.id/~suryadi/diktat/Orasi%20Ilmiah%202004.doc

Pos ini dipublikasikan di informasi, informatika, kesehatan, komunikasi, matematika, pendidikan, sosial, spiritual, teknologi, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s